Language: 

Latar Belakang:

Hingga September 2012 terdapat setidaknya 92.251 orang di Indonesia yang terinfeksi HIV. Sebanyak 46,4% kasus AIDS terdapat pada kelompok berusia 15-29 tahun. Jika dilihat secara global, setiap hari terdapat 6.800 kasus baru HIV dan lebih dari 50% di antaranya juga berasal dari kelompok muda. Sangatlah penting jika berbagai kegiatan pencegahan dan penanggulangan infeksi HIV seharusnya dirancang untuk menjangkau anak muda dengan baik, termasuk memberikan pengetahuan yang akurat dan ilmiah, menghormati hak asasi manusia, menggunakan pendekatan yang ramah anak muda, dan yang terpenting melibatkan anak muda dalam semua tahapannya.

dance4life adalah gerakan berskala internasional oleh anak muda yang berusia 13-19 tahun yang sudah dan sedang dilakukan di 30 negara di dunia termasuk di Indonesia. dance4lifememiliki visi untuk meningkatkan kesadaran mengenai HIV dan AIDS, mengajak rekan sebaya berperan aktif menjadi agen perubahan dalam penanggulangan HIV dan AIDS, serta  menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (orang dengan HIV dan AIDS). Saat ini, dance4life internasional berpusat di Amsterdam, Belanda.

 

dance4life di Indonesia

dance4life Indonesia memulai gerakannya tahun 2010 dan dimotori oleh  YPI, YAI, PKBI Pusat dan RutgersWPF Indonesia sebagai National Concept Owner (NCO). Hingga saat ini dance4life Indonesia telah bekerjasama dengan mitra lokal di lima provinsi, yakni SIKOK Jambi, PKBI Lampung, YPI, PKBI DKI Jakarta, PKBI DI Yogyakarta dan YAPEDA Timika, Papua.

 

Misi

Menjadi gerakan yang mendorong perubahan di tingkat akar rumput hingga global dengan cara:

(1) Meningkatkan status hak dan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk HIV dan AIDS

(2) Menghapus stigma, diskriminasi, dan tabu terkait hak dan kesehatan seksual dan reproduksi

Prinsip Kerja

  • Anak muda bukanlah bagian dari masalah, melainkan bagian dari solusi
  • Pelibatan aktif anak dalam kebijakan nasional penanggulangan HIV dan AIDS
  • Menggunakan metode dan pendekatan yang ramah dan dekat dengan keseharian anak muda seperti musik dan tari.
  • Berbasis sekolah dan komunitas dalam menggalang gerakan.
  • Membentuk Dewan Anak Muda untuk memastikan keterwakilan suara anak muda.
  • Menggalang semangat kerelawanan untuk terlibat dalam gerakan nasional dance4life.

Tahapan  

  • Inspire, bertujuan untuk memotivasi anak muda agar berperan aktif dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
  • Educate, serangkaian workshop interaktif bertema pengembangan diri, pengetahuan dasar mengenai hak dan kesehatan seksual dan reproduksi termasuk HIV dan AIDS, keterampilan bernegosiasi, public speaking, debat, kepemimpinan, dan kewirausahaan,
  • Activate,penyebaran informasi mengenai HIV dan  AIDS kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan, menjadi relawan peduli HIV dan AIDS dan melakukan berbagai aktivitas penanggulangan HIV dan AIDS.
  • Celebrate, puncak perayaan atas capaian setelah melewati ketiga tahap sebelumnya. Puncak acara berupa pementasan musik dan tari kolosal dance4life yang dilaksanakan menjelang peringatan hari AIDS sedunia, untuk memperkuat komitmen anak muda sebagai agen perubahan dan menghubungkan dance4life Indonesia dengan negara-negara lain yang melaksanakan program dance4life.